Ini Dia Cara Belajar Menulis Artikel


Suka menulis tapi bingung gimana cara belajarnya?
Sebenarnya, kalau menurutku sih ya menulis langsung itu sudah belajar menulis. Terus, harus suka membaca buku juga, karena selama membaca itu orak merekam bagaimana membuat tulisan yang menarik, jadi pasti ada pengaruh positif ketika kamu menulis. Jadi, jangan buku tabungan aja yang dipelototin sambil ngarep isinya nambah terus, hehehe.

Aku juga suka bagi-bagi tips menulis DI SINI, ya.

Yang pertama itu menulis di blog.
Sebenarnya ini nggak cuma yang suka nulis artikel aja, sih. Yang suka nulis buku dengan “napas panjang”, atau copywriting, atau cerpen, atau curhat geje juga boleh, hehehe. Cuma, kadang ada yang nggak pede mau posting dan dibaca orang lain. Ya jangan gitu, dong. Harus siap dibaca orang lain yang mungkin malah aksih kritik membangun.

Yang kedua itu menjadi kontributor.
Ada beberapa website atau blog yang menerima tulisan di luar pemilik website atau blog tersebut. Nah, ini bisa menjadi ajang latihan juga. Kamu kirim naskah ke website tersebut, nanti mereka baca dan mungkin diedit sedikit agar lebih kece. Terus, pelajari tuh apa saja yang diedit biar tulisan kamu yang berikutnya makin memikat-meski-nggak-pakai-bantuan-dukun.

Salah satunya nih di makirits dot com. Tahu nggak, barusan tulisanku nongol di blog Emak Irits itu, yeay! Memang ada yang diedit dikit, dikiiit, tapi jadi makin kece, nih. Makasih ya, Mak Irits, ternyata nggak cuma jago ngirit, tapi juga jago ngedit, hehehe.

Ini nih tulisanku yang nongol di Emak Irits:


Yang pada nanya, kok bisa jadi kontributor?
Yang nggak nanya, tolong mengaku tanya aja, ya, dari pada aku lempar mouse-swarovski #ngayal.
Oke, ini caranya:

Satu, cari info website atau blog mana saja yang menerima tulisan orang luar.
Banyak kok, bisa googling aja. Salah satunya ya Mak Irits itu. Untuk kompensasinya apa ya setiap website punya kebijakan sendiri. Boleh kok tanya mereka, asal jangan tanya ke mereka harga cabe terkini, ya #TanyanyaDiPasarAja.

Dua, buat naskah dari pengalaman sehari-hari.
Misalnya nih, aku nulis tentang tips irit biar bisa shopping itu memang sebagian besar dari pengalaman pribadi, hahaha. Ada juga yang mikir, kira-kira tips apa lagi ya bisa dimasukkan.

Tiga, pilih website atau blog yang sesuai dengan naskahmu.
Misalnya nih, naskahku kan tentang tips irit, jadi memang cocok di blog Emak Irits. Jadi, kalau kamu punya tips pedekate itu jangan kirim ke Emak Irits, ya, kecuali tips irit pas pedekate mungkin bisa, hehehe.

Kalau ditanya, mending nulis di blog atau jadi kontributor, ya?
Ya itu terserah pilihan masing-masing, sih. Cuma kalau menurutku, di blog sendiri lebih bebas, ya. Tapi jadi kontributor juga aku mau, asal temanya ringan, nggak ada deadline (hahaha, maklum, sudah cukup DL kerjaan copywriting aja, yak). Jadi, teruslah menulis!