8 Buku yang Berkesan alaKu

Semua orang pasti suka baca buku, kan? Minimal baca buku gambar, deh, eh. Kebetulan, duo blogger perempuan Semarang yang bergabung di komunitas Gandjel Rel, yaitu Mbak Vita dan Mbak Anita, tanya: apa buku yang berpengaruh dalam hidupmu. Sebenarnya banyak, bahkan hampir semua buku, tapi berhubung cuma diminta 500 kata *plak! Ya aku kasih 8 judul buku aja, ya, hihihi.


Satu, Totto-Chan karya Tetsuko Kuroyanagi. Buku anak-anak ini berasal dari Jepang. Sebenarnya, aku agak telat tahu buku ini. Mungkin sekitar tahun 2006. Dan, aku tak tahu di mana bukuku yang ini? Dah lama nggak balik ke rak bukuku, huhuhu. Bagi yang membaca dan merasa pernah pinjam, tulung balikin, ya, please #MalahCurhat.

Dua, Laskar Pelangi dari Andrea Hirata. Buku ini bikin aku ketawa sendiri sekaligus sedih. Yang paling aku suka itu sosok Lintang, kok bisa jatuh cinta sama dunia pendidikan walau latar belakang keluarga yang berbeda 180 derajat. Kalo aku pas seusia Lintang, mungkin sekitar SD, jatuh cintanya malah sama maenan bongkar pasang, hehehe.

Tiga, The Confession of Shopaholic-nya Sophie Kinsella. Dulu, aku sempat punya hobi shopping. Alasannya percis kek di tokoh utama di buku ini, karena hanya barang-barang itu yang bisa buat aku bahagia, bahkan cowok ganteng pun yang lewat tak tergoda, lebih menggoda pakaian lucuk di manekin. Iyes itu, dulu, sekarang baju anak-anak lebih menggodaku, hohoho.

Empat, Street Lawyer tulisannya John Grisham. Gara-gara baca buku ini pas remaja, aku sempat pengen jadi pengacara, suka sama film atau buku yang settingnya di pengadilan, pokoknya jatuh cinta sama dunia hukum. Tapi mendadak berubah haluan pas mau kuliah, lebih suka jadi jurnalis, hehehe. Kalo aku nggak jadi reporter, mungkin nggak ketemu lelaki-yang-jadi-suami, yak.

Lima, Marah yang Bijak karya Bunda Wening. Pas baca buku ini, masih belum hamil. Jadi benar-benar direkam baik-baik sama otakku. Walau pas Anak Lanang lahir, tetep aja masih hobi ngomel sampe sekarang, huhuhu.

Enam, Rumah Main Anak dari Julia Sarah Rangkuti. Aku suka sama maenan yang ada nilai edukatifnya. Tapi, maenan kayu yang edukatif itu harganya lumayan menguras dompet ya #pelitnya. Ternyata, bikin maenan anak bisa mudah dan pakai barang bekas di rumah. Tinggal buka bukunya, praktekin, lalu siap deh maenan sama anak yang murce.

Tujuh, Anak Kos Dodol (AKD)-nya mak Dewi “Dedew” Rieka. Buku ini yang berhasil menginspirasiku, untuk mengumbar aib teman-teman, lalu dijadikan buku, sehingga bisa menghasilkan royalti, duh sadisnya, hehehe. Tenang, di buku ini, semua nama disamarkan. Jadi, nggak ketahuan kok itu aibnya siapa, hihihi.

Delapan, Cenat-Cenut Reporter tulisanku #narsis nggak papa ya, hehehe. Buku ini adalah buku solo pertamaku, yang kasih inspirasi, biar terus nulis, dan lahirlah buku solo kedua dan seterusnya, aamiin. Yang belum punya, bisa order di toko buku online #TetepPromosi, qiqiqi.


Nah, sudah lihat 8 buku yang menginspirasiku? Ternyata, kebanyakan nonfiksi, ya. Jadi, tips menulis alaku adalah: Menulis buku bisa dari pengalaman kita. Misalnya, pengalaman membuat maenan anak, pengalaman hobi shopping, pengalaman diusir narasumber pas liputan (ini ada di buku Cenat-Cenut Reporter, promosi lageh, hehehe). Tuh kan, ide menulis pasti ada di sekitar kita, kita tinggal menulis sambil kasih “bumbu” dikit lah biar gurih kek m*sako, hallah, dan semoga bisa jadi royalti, hohoho.