Cara Menjadi Copywriter

Setelah aku bikin tulisan soal profesi Copywriter, ternyata banyak yang komentar menanti postinganku selanjutnya #terharu, makasih ya respon positifnya *kecup pake taring macan, muaaaccchhh. Di postingan ini, mau berbagi tentang cara menjadi copywriter, yaitu gimana ceritanya aku dilahirkan sampai akhirnya dapat kerjaan menjadi copywriter #KelamaanKaliii! Eit, aku bercerita hanya berdasarkan pengalaman pribadi ya. Jadi, enggak tahu kalo pengalaman copywriter yang lainnya, kali aja mereka pake susuk laptop, ups.

Sejak resign dari reporter-yang-pulang-kerja-bisa-bareng-tukang-sayur-kulakan, aku pun mulai cari peluang pekerjaan lain yang jam kerjanya lebih fleksibel. Berhubung sudah jatuh cinta sama dunia menulis yang kerjanya bisa pake daster, ya mencari lowongan yang kerjaannya ketak-ketik cantik. Aku pernah berkali-kali melamar jadi content writer sampai posisi admin media sosial, dengan mengirimkan sampel tulisan tetapi selalu berujung penolakan, huhuhu... #RasaSakitnyaItuDiDompetYangTerusKosong.

Sampai pada tahun 2013, pas aku menelurkan buku Cenat-Cenut Reporter. Niat awal sih googling soal promosi buku tapi yang enggak kelihatan jualan. Sempat terpikir pakai jasa dukun penglaris biar aku cuma kipas-kipas tapi royalti terus gendut. Berhubung tidak punya modal buat nyogok tuh dukun, aku memaksimalkan saja blog ini, twitter dan facebook.

Sejak saat itu, aku rajin bikin postingan mengenai dunia reporter tetapi ada selipan jualan buku. Berhubung segmen bukunya untuk remaja, ya gaya bahasanya harus buat anak muda, dong, yang gaul, ngehits, tapi no 4L4Y. Selain itu, aku juga bikin status facebook or nge-tweet yang ujung-ujungnya jualan buku lagi. Pokoknya gelar lapaknya di online aja, soalnya kalo di depan toko orang itu suka diusir pas pagi hari, eh.

Nih, salah satu contohnya:




http://www.wurinugraeni.com/2013/08/7-langkah-menjadi-reporter.html

Awal tahun 2014, ada yang japri aku soal tawaran menjadi copywriter untuk tulisan segmen remaja. Langsung aja aku mendaftar dengan mengirimkan link blog ini. Eh, langsung direspon biar ikut seleksi. Disuruh bikin 3 artikel yang gaul abis mengenai sebuah produk remaja. Info produknya bisa aku dapatkan lewat buka website tuh perusahaan. Biar dapat “feel” anak muda, aku baca majalah dan website khas remaja sebelum membuat tulisan sample tadi. Dan, kali ini hasilnya adalah DITERIMA, rasanya itu, kayak bisa ketemu aktor-kondang-Ben-Afflect-yang-lagi-ngupil.

Tapi setelah itu, aku malah bingung, copywriter itu ngapain ya? Hahaha. Mau tanya ke seseorang yang menawarkan pekerjaan tapi kok malu, hihihi. Untunglah ada google yang kasih penjelasan to do list seorang copywriter. Tentu saja, dengan seiring waktu, mengerjakan tugas dari arahan atasan, perlahan-lahan, aku mulai paham dunia copywriter. Hingga detik ini masih terus belajar dan dipercaya menyandang label profesi tersebut. Paling kalo puyeng bikin naskah copywriting, tinggal jedotin laptop ke tembok #HorangKaya.

So, tips menjadi copywriter versiku:
Satu, update terus blog kamu yang sesekali berisi tulisan promosi jualan secara “halus”. Contohnya, hari ini psoting jualan, besoknya posting galau, besoknya lagi posting baper #hallah. Soalnya, siapa tahu salah satu silent reader blog kamu kelak menawarkan pekerjaan copywriting.
Dua, hindari bikin status galau, tapi ganti sebagai alat belajar promosi (buku, produk, atau potensi diri sendiri), kali aja salah satu friendlist kamu adalah agen jodoh, eh, penyaluran naskah.
Tiga, belajar copywriting yang murah lewat membaca artikel di internet yang berjibun bun bun. Jadi, pakai internet jangan cuma kepoin medsos gebetan, ya.

Untuk postingan selanjutnya, pengin tanya soal apa lagi? (yang masih berhubungan dengan dunia copywriting, ya).